Apa itu Fast Fashion dan Mengapa itu Sangat Buruk?

Fast fashion: Mengapa orang mengatakan Fast Fashion buruk, bagaimana mengetahuinya, dan bagaimana anda dapat membantu membuat perubahan.

Fast fashion dan berharga murah. Jutaan ton sampah dan ancaman kehancuran lingkungan. Tahukah Anda, setiap hari di tepi Sungai Citarum di Jawa Barat, sekitar 1.000 pabrik tekstil diduga membuang bahan kimia yang beracun? Mulai dari timbal, merkuri, kadmium hingga arsenik dibuang ke sungai terbesar ketiga di Indonesia itu.

Pembuangan limbah yang sangat banyak ke sungai tersebut menjadikan Sungai Citarum salah satu sungai yang paling tercemar di dunia. Hal ini telah menarik banyak perhatian media internasional. Belum lagi nilai pinjaman pembersihan senilai 500 juta dollar dari Asian Development Bank.

Hal tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak dampak buruk yang berasal dari industri fast fashion, lho! Tentunya, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan terjadi di belahan bumi lainnya juga. Jadi kami bertanya, sebenarnya apa yang dimaksud dengan fast fashion? Mengapa itu bisa berdampak buruk? Bagaimana pandangan Anda terhadap merek fast fashion? Apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menguranginya?

Apa itu fast fashion?

Fast fashion merupakan cara untuk mengadopsi desain baru dari panggung catwalk ke toko secara cepat – dimana tren pakaian musiman berasal.

Kesuksesan fast fashion mendorong seluruh industri untuk mencari metode pembuatan dan pengiriman yang lebih murah, lebih cepat, dan eksploitatif. Cara tersebut mampu menurunkan kualitas pakaian dan membuatnya sedikit lebih murah untuk dibeli oleh konsumen.

Tetapi fast fashion juga memengaruhi siklus hidup pakaian, lho! Barang-barang menjadi ketinggalan zaman dengan sangat cepat, orang-orang tidak lagi memakai pakaian dalam waktu yang terlalu lama. Hal tersebut membuat orang-orang perlu mengikuti dan mulai membeli lemari pakaian yang lebih besar – pakaian yang sudah dimililki semakin jarang dipakai.

Jadi, dalam waktu cepat, diakhiri dengan industri pembuatan pakaian dan orang-orang membeli pakaian secara eksponensial lebih banyak daripada yang bisa dipakai oleh siapa pun.

p-1-90302575-the-antidote-to-fast-fashion-and-our-overconsumption-habits

Mengapa fast fashion termasuk hal yang buruk?

Pada dasarnya fast fashion merupakan kisah konsumerisme, keserakahan, dan pemborosan di luar kendali. Diperkirakan 85% pakaian yang diproduksi berakhir di tempat pembuangan sampah atau insinerator jauh dari sebelum akhir siklus hidupnya dan itu memiliki dampak lingkungan yang sangat besar.

Industri fast fashion adalah salah satu pencemar terbesar di dunia dengan menyumbang 10% dari semua emisi karbon, menggunakan ribuan liter air untuk setiap garmen yang diproduksi dan menyebabkan sejumlah besar limbah – sekitar 92 juta ton limbah pakaian setiap tahunnya (diperkirakan menjadi 134 juta pada tahun 2030).

Hal tersebut merupakan salah satu industri yang benar-benar dianggap “tidak berkelanjutan”, dimana pasar, negara, dan ribuan organisasi yang secara aktif bekerja untuk mencoba dan menemukan cara untuk mengakhiri praktik tersebut. Lihat lebih lanjut di tulisan kami yang berjudul: Bagaimana keberkelanjutan industri mode?

GettyImages-92079262

Bagaimana cara mengetahui fast fashion?

Hampir semua merek fashion ritel yang kita kenal terlibat dalam fast fashion dengan satu atau beberapa cara. Silahkan perhatikan department store di sekitar Anda seperti GAP, H&M, Zara yang memiliki banyak sekali model yang berbeda dimana hampir memiliki setiap tren mode. Dalam proses produksinya, ada waktu penyelesaian yang sangat singkat di antara model-model tersebut yaitu dengan menyingkirkan musim. Dengan begitu, mereka mendapatkan stok baru setiap minggu. Hal seperti itulah yang bisa disebut sebagai fast fashion.

Tidak hanya fashion ritel terkenal saja, namun hampir setiap toko pakaian online dengan anggaran terbatas juga menambah masalah fast fashion.

Apa yang tidak dilihat oleh pelanggan mereka adalah bahwa merek besar tersebut menggunakan pabrik di area yang dapat mereka eksploitasi, seperti memaksa tenaga kerja “murah” di negara yang pelanggan mereka tidak dapat melihat jumlah polusi yang ditimbulkannya – seperti pabrik di Citarum, misalnya.

0x0

Apa perbedaan antara fast fashion dan slow fashion?

Slow fashion, di sisi lain merupakan mode yang dirancang untuk menjadi pengalaman. Seperti toko-toko yang menyajikan kopi, tempat dimana Anda merasa nyaman duduk dengan setelan jas atau gaun. Atau seperti toko butik, dimana fokusnya adalah menciptakan pakaian berkualitas tinggi, tahan lama untuk jangka waktu yang lama pula. Hal tersebut memang sedikit lebih mahal, tetapi Anda mendapatkan apa yang Anda bayar.

mryxkFCw-1

Mengapa begitu banyak pakaian yang terbuang sia-sia?

Kita tahu bahwa 85% dari semua pakaian yang kita produksi setiap tahunnya berakhir sebagai sampah – sekiranya menyumbang 92 juta ton sampah. Biaya yang diperlukan untuk mengelola limbah tersebut merugikan ekonomi global sekitar 400 miliar dollar setiap tahunnya, lho!

Karena hal tersebut, fast fashion diakui sebagai biang keladinya. Jika Anda memiliki banyak pakaian murah, berkualitas buruk dan diproduksi dalam jumlah besar yang keluar dari gaya setiap minggu, itu akan mendorong orang lain untuk memperluas lemari pakaian mereka dan mengurangi pemakaian setiap itemnya. Artinya, setiap pakaian akan lebih cepat masuk ke Tempat Pembuangan Akhir.

Tahukah Anda, faktanya industri fast fashion seringkali memproduksi secara berlebihan, sehingga semua penjualan dan kebanyakan dari hasil produksi yang tidak terjual berakhir langsung di tempat pembuangan sampah (karena hanya ada sedikit cara daur ulang di ritel fashion komersial).

fast-fashion-3-1

Hal ini juga berlaku untuk pakaian anak-anak.

Sementara orang dewasa memiliki pilihan seputar fast fashion, maka hal ini menjadi dua kali lipat lebih rumit ketika Anda melihat pakaian anak-anak. Terutama karena anak-anak tumbuh terlalu cepat.

Sekali lagi, pilihan untuk mendaur ulang tidak cukup dalam mode ritel untuk mengikuti tren dan pertumbuhan anak-anak.

Seperti itulah yang dilakukan oleh Kindr! Kindr memproduksi pakaian bayi dan anak yang etis (lambat), dari bahan berkualitas tinggi dengan keterangan detail yang lengkap. Kindr juga memudahkan orang tua untuk membeli ukuran berikutnya ketika anak-anak melebihi ukuran pakaian mereka.

Kindr for kids – dimana kualitas produk yang baik untuk kulit Si Kecil. Kindr for parents – membuat orang tua membeli pakaian lebih terjangkau – dan Kindr for planet.

Yuk temukan lebih banyak tentang bagaimana Kindr bekerja, bagaimana hal ini menjadi bagian dari solusi ekonomi sirkular dalam proses jual-beli produk Kindr dan belanja pakaian anak-anak yang dibuat secara etis, “lambat” dan berkelanjutan!

GettyImages-681952808
Written by Grafis - Kindr Team